Rabu, 28 September 2016

BAB 3 RESENSI BUKU “ Metode Peneletian Pendidikan & Pengembangan”

Judul buku      : Metode Peneletian Pendidikan & Pengembangan
Penulis             : Prof. Dr. H. Punaji Setyosari, M.Ed.

Penerbit           : Kencana Prenada Group
Isi                    : 

Bab 3.
·         HAKIKAT PENELITIAN
Penggunaan istilah penelitian , riset, inkuri dan penyeledikan merupakan istilah yang sering dipakai secara bergantian. Dalam bahasa kita sehari-hari, istilah penelitian atau riset kadang kala disamaartikan dengan istilah penyelidikan. Kedua istilah ini dalam penggunaan sehari-hari mengandung pengertian , yaitu sebagai suatu upaya untuk memperoleh informadi suatu fakta atau data.
A.    BATASAN PENELITIAN
Penelitian berkenaan dengan aplikasi pengetahuan metode ilmiah guna memecahkan masalah . penelitian atau riset adalah suatu upaya secara sistematis untuk memberikan jawaban terhadap permasalahan atau fenomena yang kita hadapi. Penelitian ilmiah adalah suatu usaha penyelidikan yang sistematis dan cermat tentang sesuatu pokok persoalan atau subjek tertuntu untuk menemukan atau memperbaiku fakta, teori, atau aplikasi.
Tipe-tipe penelitian :
1.      Penelitian dasar
2.      Penelitian terapan
3.      Penelitian tindakan
4.      Penelitian evaluasi sumatif
5.      Penelitian evaluasi formatif
B.     PENELITIAN ILMIAH
Penelitian selalu melibatkan proses berpikir ilmiah. Usaha atau kegiatan yang melibatkan tahap atau proses berfikir ini menjadi penciri kegiatan penelitan atau penelitian ilmiah. Suatu penelitian ilmiah bukanlah sesutu kegiatan ataua aktivitas yang hanya mempersoalkan kepastian, tetapi ia juga mencari berbagai alternatif jawaban suatau masalah atau fenomena apakah dalam lingkup sosial maupun masalah-masalah laboratoris.
Menurut batasan tersebut, penelitian ilmiah itu merupakan penyelidikan atau investigasi yang dilakukan secara sistematik, terkendali, empiris, tidak menyangkut masalah moral, bersifat publik, dan kritis tentang masalah-masalah alamiah.
C.    PERANAN PENELITIAN PENDIDIKAN
Tujuan penelitian pendidikan sesuai dengan batasan ini adalah ingin menemukan prinsip-prinsip umum, atau menafsirkan perilaku-perilaku atau tingkah yang dapat digunakan dalam situasi tertentu (dalam hal ini situasi berkenaan dengan situasi dalam pendidikan) untuk mendeskripsikan, menjelaskan, menerangkan , dan mengendalikan (mengontrol) peristiwa atau kejadian dalam lingkup pendidikan.
Pernanan penelitian bagi kehidupan kita, secara umum dapat dibedekan menjadi tiga , yaitu mendeskripsikan atau menjelaskan , membuktikan , dan menghasilkan. Mendeskripsikan itu berkenaan dengan memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau peristiwa yang ada. Secara lebih perinci kontribusi tersebut di uraikan sebagai berikut  :
1.      Mendeskrispsikan
2.      Meprediksi
3.      Meningkatkan atau memperbaiki
4.      Menjelaskan
D.    PARADIGMA PENELITIAN KUANTITATIF-KUALITATIF
Paradigma penelitian positivistik berkaitan dengan kuantitatif, yang selama ini telah banyak kita lakukan dan bahkan hampir sebagian besar penelitian kita berorientasi ke paradigma positivistik ini.
1.      Penelitian kuantitatif
Penelitian kuantitatif sangat erat kaitannya dengan paradigma positivistik. Para penganut pandangan positivistik ini berkayakinan bahwa prinsip dan hukum yang bersifat umumlah yang mengatur lingkungan.
2.      Tipe-tipe penelitian kuantitatif
Tipe atau jenis penelitian yang kita pilih selalu dikaitkan dengan masalahdan tujuan penelitian yang kita harapkan.
3.      Penelitian eksperimen
Makna makna subjektif ini seringkali dilakukan dengan cara negosiasi secara sosial dan historikal.
4.      Batasan penelitian kualitatif
Penelitian kualitatif menurut batasan ini adalah penerapan berbagai metode dalam mengkaji suatu fokus, dengan melibatkan pendekatan interpretatif dan naturalistik dalam bidang kanjiannya. Artinya, bahwa para peneliti kualitatif mengkaji hal-hal dalam latar alami, untuk mencoba memahami atau menginterprestasi masalah atau fenomena yg berkenaan dengan makna dimilikinya.
5.      Karakteristik penelitian kualitatif
Ada beberapa karakteristik penelitian kualitatif, Yin (2011) mengemukakan lima hal penting berkenaan dengan penelitian kualitatif, yaitu :
a.       Mengkaji makna pengalaman seseorang, dalam situasi kehidupan nyata atau rill
b.      Meprestasikan pandangan dan perspektif seseorang dalam kajian
c.       Mencakup kondisi kontekstual dimana seseorang tinggal
d.      Memberikan pemahaman tentang sesuatu konsep yang ada
e.       Berusaha untuk menggunakan berbagai sumber data bukannya mendasarkan pada data tunggal.
6.      Jenis-jenis penelitian kualitatif
Jenis jenis penelitian kualitaif menurut , Ary ,dkk yaitu :
a.       Studi interprestatif
b.      Studi khusus
c.       Analisis isi atau dokumen
d.      Etnografi
e.       Teori dasar
f.       Studi sejarah
g.      Penelitian naratif
h.      Fenomenologi
7.      Merancang penelitian kualitatif
Secara umum, rancangan penelitian adalah serangkaian proses yang membuat langkah-langkah atau tahap-tahap penelitian. Langkah-langkah dalam penelitian kualitatif dapan diawalali dengan :
1.      Indentifikasi masalah atau sebagian menyebut konteks masalah
2.      Merumuskan masalah dan pertanyaan penelitian
3.      Pentingnya penelitian dan pembatasan bidang kajian
4.      Kajian literatur
5.      Metode
6.      Analisis data yang mencakup subjek, tempat atau sistus, peran peneliti, prosedur penelitian dan seterusnya
E.   GURU SEBAGAI PENELITI
Sebagai seorang guru atau pendidik yang suatu saat harus mengambil sutau keputusan, maka setiap keputusan yang diambil sebaiknya berdasarkan data . misalnya, bahwa metode mengajar yang kita gunakan di kelas adalah paling unggul di antara metode-metode lainnya. Ini tidaklah arif kita jadikan sebagai landasan untuk mengajarkan semua hal kepada para pebelajaran kita.
Peneliti pendidikan bukanlah sebuah ilmu yang abstrak. Penelitian pendidikan ini berguna bagi kita sebagai sebuah alat untuk memecahkan masalah praktis dalam dunia pendidikan . sebagai sebuah alat, penelitian memungkinkan kita mampu mengindetifikasi hasil belajar pebelajar atau subjek didik, membuat prediksi , dan menentukan hubungan sebab akibat.
F.     EMPAT TAHAP PENELITIAN
Secara ringkas, empat tahap peneltian yaitu :
a)      Tahap I, pengumpulan data adalah suatu cara yang secar autentik dilakukan dalam penelitian. Hal ini adalah sesuatu yang perlu kita lakukan pada saat mengajar.
b)      Tahap II, akan memberikan alat tambahan yang akan membuat keputusan lebih konstuktif, pada saat ada hubungan kuasalitas yang di tentukan pada level II ini, masih ada ruang gerak bagi kita untuk meningkatkan komplektitas penelitian kita.
c)      Tahap III, validitas eksternal, yang kita lakukan dengan cara membahas generalisasi terhadap temuan-temuan penelitian. Level ini mempersyaratkan hal-hal yang terjadi pada level II, karena jika tidak menunjukkan adanya pengaruh atau hubungan maka tidak ada yang dapat kita generalisasikan. Penelitian pada level III ini tidak dilakukan oleh guru kelas dan perancang pembelajaran.
d)     Tahap IV,  yaitu penelitian teoritis . perihal ini merupakan penelitian yang dilakukan oleh kebanyakan ilmuwan sosial. Level ini sperti yang dilakukan oleh piaget yang meneliti perbedaan antara berfikir operasional konkret dan operasional formal.








BAB 1 & BAB 2 RESENSI BUKU “ Metode Peneletian Pendidikan & Pengembangan”

Judul buku      : Metode Peneletian Pendidikan & Pengembangan
Penulis             : Prof. Dr. H. Punaji Setyosari, M.Ed.

Penerbit           : Kencana Prenada Group
Isi                     :

BAB 1
·         PENDAHULUAN

Salah tugas dosen, profesional yaitu untuk membantu memudahkan mahasiswa untuk belajar. Tugas mengajar, meneliti dan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab. Untuk menunaikan ketiga tugas tersebut bukan berarti dosen tidak menghadapi masaah. Untuk melaksanakan tugas ini dosen perlu menguasai isi atau materi, strategi atau metode, media, dan mengambangkan evaluasi. Hal kedua yang mendapatkan perhatian yaitu melaksanakan penilitian dan mengembangkan karya ilmiah. Kegiatan penelitian dan menghasilkan karya ilmiah menjadi kegiatan pengembangan profesioanal dosen karena hasil-hasil penelitian dan pemikiran- pemikiran yang disampaikan melaui forum ilmiah, seminar, simposiumatau bentuk konferensi yang lain menjadi saran yang sngat strategis. Itulah sebabnya , buku penelitian pendidikan dan pengambangan ini dihadirkan untuk membantu mereka, para dosen dan pembaca lain untuk  dapat di pakai sbagai bahan bacaan dan rujukan .

BAB 2
·         PENGETAHUAN DAN PENDEKATAN ILMIAH
Segala hal ihwal yang ada di sekitar kita menjadi informasi atau pengetahuan dan bahkan menjadi bagian dari pengalaman hidup kita. Pengetahuan dapat bersumber dari pengalaman setelah seseorang secara empirik memiliki kapasitas untuk menjelaskan hal ihwal tentang pribadinya, apakah yang berkaitan dengan objek atau benda dan peristiwa – peristiwa yang di sekitarnya. Berdasarkan objek- objek atau fakta – fakta dan peristiwa menjadi suatu sumber pengetahuan baru. Dengan demikian, pengetahuan dapat beruoa suatu fakta atau objek fisik (konkret) dan sesuatu yan tertarik berdasarkan pengalaman pribadi sesorang menjadi pengetuhuan abstrak. Pengetahuan (knowledge) adalah segala sesuatu yang telah dikenali atau diketahui dan kesimpulan yang tertarik dari hal – hal yang kenali oleh manusia.
A.    DEFINISI ILMU PENGETUHUAN
Dua istilah, yaitu pengetuhuan dan ilmu pengetahuan ini sering digunakan secara bergantian . pengetahuan , berkenan dengan hal yang biasanya kita ketahui dalam kehidupan sehari-hari, atau yang oleh Cohen, dkk. (2007) disebut sebagai common – sense knowing , yaitu segala sesuatu yang berkaitan dengan pengalaman seseorang. Ilmu pengetahuan memiliki makna yang luas dan menuntuk teknik dan keterampilan berpikir. Secara singkat , ilmu didefenisikann sebagai, ”a systematic and controlled extension of common sense” (Kerlinger & Lee 2000). Ilmu pengetahuan merupakan suatu usaha manusia secara terus menerus dan mendalam dengan menggunakan meti\ode berpikir tertentu. Suriasumantri menyatakan bahwa ilmu merupakan salahsatu dari buah pemikiran manusia dalam menjawab pertanyaan – pertanyaan. Dalam mendefinisakan ilmu atau ilmu pengathuan, menurut Contant ada dua sudut pandang, yaitu sudut pandang yang bersifat statis dan dinamis  (Kerlinger & Lee, 2000). Berdasarkan sudut pandang statis, ilmu itu merupakan suatu aktifitas yang memberikan bantuan atau kontribusi informasi sacara sistematik terhadap dunia luas. 
B.     METODE PENGETAHUAN
Metode pengtahuan ilmiah  merupakan salah satau cara yang sangat populer dan komprehensif bagaimana para ilmuan memperoleh dan menguji prinsip-prinsip, hukum-hukum, atau generalisasi.
Ada empat langkah pokok dalam proses ilmiah , yang meliputi :
a.       Identifikasi suatu masalah
b.      Perumusan hipotesis
c.       Penalaran dan dedukasi
d.      Verifikasi , modifikasi, penolakan hipotesis
Metode bernalar (reasoning) yang kita lakukan memberikan gambaran bahwa landasan teori dan rasional itu perlu untuk memberikan alasan bahwa masalah yang kita pecahkan itu didukung dengan tori yang ada, atau mungkin cukup dengan kajian nasional
C.     SUMBER-SUMBER PENGETAHUAN
Mencari sumber pengetahuan dalam uaya untuk mencari atau memperoleh jawaban yang benar terhadap suatu persoalan yang kita hadapi.
Berkenaan dengan sumber-sumber pengetahuan dalam rangka mencari kebenaran itu Ary, Jacobs & Sorensen (2010) mengategorikan menjadi lima hal pokok , meliputi :
1.      Pengalaman (Experience)
2.      Kewenangan atau otoritas
3.      Berfikir deduktif
4.      Berfikir induktif
5.      Berfikir ilmiah
D.    PENDEKATAN ILMIAH DALAM PROSES PENELITIAN
Penelitian merupakan penerapan pendekatan ilmiah pada pengkajian atau studi tentang suatu masalah. Penelitian merupakan staua cara yang tepat dan sangat berguna dalam memperoleh informasi yang sahih dan dapat dipertanggungjawabkan. Tujuan penelitian ilmiah yaitu untuk menemukan jawaban atasa suatu masalah yang berarti (signifikan) dengan melalui pendekatan atau prosedur ilmiah. Penelitian pendidikan memiliki sifat empiris-objektif. Artinya, siapapun yang melakukan, asal dengan metode dan objek yang sama, hasilnya dapat dibuktikan dan relatif sama.
E.     KARAKTERISTIK PROSES PENELITIAN
Paparan ini secara lebih detail akan memaparkan sejumlah sifat yang merupakan ciri-ciri khusus (karakteristik) proses penelitian (Tuckman, 1988) yaitu :
a.       Sistematis
b.      Logis
c.       Empiris
d.      Pengulangan dan dapat ditransmisi
F.     PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN DALAM PROSES PENELITAN
Agar penelitian yang kita lakukan tidak melanggar etika kita perlu memerhatikan hal-hal-hal yang berkaitan dengan etika. Pertimbangan-pertimbangan etika yang harus dipertimbangkan oleh para peneliti dalam merancang eksperimen penelitiannya dan tidak melanggar hak-hak manusia menurut Tuckman (1988) sebagai berikut :
1.      Hak privasi atau nonpartisipasi
2.      Hak tidak disebut nama
3.      Kerahasiaan
4.      Meminta pertanggungjawaban peneliti
G.    LANGKAH-LANGKAH PROSES PENELITIAN
Unsur dasar proses penelitian menurut Mikkelsen (2005) ada enam komponen yang meliputi :
1.      Meumuskan masalah
2.      Mengkaji toeri
3.      Mengumpulkan data
4.      Melakukan analisis
5.      Melakukan interpretasi
6.      Mengambil kesimpulan

Rabu, 14 September 2016

Know Syntax

Hasil gambar  

  Syntax is the study , principles and proces by which sentences are construced in particular languages. Syntax to analysis sentence structure . Syntax expalin grammar dealing with the ways in which word.

In sentence there are transitive and intransitive
  Transitive => must make object in sentences 
ex : Tami is Listening music. 
Listening Music is object
  Intransitive => don't make object in sentences
ex : she is laughing 
there is no object in sentences