Judul buku : Metode Peneletian Pendidikan & Pengembangan
Penulis :
Prof. Dr. H. Punaji Setyosari, M.Ed.
Penerbit :
Kencana Prenada Group
Isi :
BAB
1
·
PENDAHULUAN
Salah tugas dosen,
profesional yaitu untuk membantu memudahkan mahasiswa untuk belajar. Tugas
mengajar, meneliti dan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan penuh
rasa tanggung jawab. Untuk menunaikan ketiga tugas tersebut bukan berarti dosen
tidak menghadapi masaah. Untuk melaksanakan tugas ini dosen perlu menguasai isi
atau materi, strategi atau metode, media, dan mengambangkan evaluasi. Hal kedua
yang mendapatkan perhatian yaitu melaksanakan penilitian dan mengembangkan
karya ilmiah. Kegiatan penelitian dan menghasilkan karya ilmiah menjadi
kegiatan pengembangan profesioanal dosen karena hasil-hasil penelitian dan
pemikiran- pemikiran yang disampaikan melaui forum ilmiah, seminar, simposiumatau
bentuk konferensi yang lain menjadi saran yang sngat strategis. Itulah sebabnya
, buku penelitian pendidikan dan
pengambangan ini dihadirkan untuk membantu mereka, para dosen dan pembaca
lain untuk dapat di pakai sbagai bahan
bacaan dan rujukan .
BAB
2
·
PENGETAHUAN
DAN PENDEKATAN ILMIAH
Segala
hal ihwal yang ada di sekitar kita menjadi informasi atau pengetahuan dan
bahkan menjadi bagian dari pengalaman hidup kita. Pengetahuan dapat bersumber
dari pengalaman setelah seseorang secara empirik memiliki kapasitas untuk menjelaskan
hal ihwal tentang pribadinya, apakah yang berkaitan dengan objek atau benda dan
peristiwa – peristiwa yang di sekitarnya. Berdasarkan objek- objek atau fakta –
fakta dan peristiwa menjadi suatu sumber pengetahuan baru. Dengan demikian,
pengetahuan dapat beruoa suatu fakta atau objek fisik (konkret) dan sesuatu yan
tertarik berdasarkan pengalaman pribadi sesorang menjadi pengetuhuan abstrak.
Pengetahuan (knowledge) adalah segala
sesuatu yang telah dikenali atau diketahui dan kesimpulan yang tertarik dari
hal – hal yang kenali oleh manusia.
A. DEFINISI ILMU PENGETUHUAN
Dua istilah, yaitu
pengetuhuan dan ilmu pengetahuan ini sering digunakan secara bergantian .
pengetahuan , berkenan dengan hal yang biasanya kita ketahui dalam kehidupan
sehari-hari, atau yang oleh Cohen, dkk. (2007) disebut sebagai common – sense knowing , yaitu segala
sesuatu yang berkaitan dengan pengalaman seseorang. Ilmu pengetahuan memiliki
makna yang luas dan menuntuk teknik dan keterampilan berpikir. Secara singkat ,
ilmu didefenisikann sebagai, ”a
systematic and controlled extension of common sense” (Kerlinger & Lee
2000). Ilmu pengetahuan merupakan suatu usaha manusia secara terus menerus dan
mendalam dengan menggunakan meti\ode berpikir tertentu. Suriasumantri
menyatakan bahwa ilmu merupakan salahsatu dari buah pemikiran manusia dalam
menjawab pertanyaan – pertanyaan. Dalam mendefinisakan ilmu atau ilmu
pengathuan, menurut Contant ada dua sudut pandang, yaitu sudut pandang yang
bersifat statis dan dinamis (Kerlinger
& Lee, 2000). Berdasarkan sudut pandang statis, ilmu itu merupakan suatu
aktifitas yang memberikan bantuan atau kontribusi informasi sacara sistematik
terhadap dunia luas.
B. METODE PENGETAHUAN
Metode pengtahuan
ilmiah merupakan salah satau cara yang
sangat populer dan komprehensif bagaimana para ilmuan memperoleh dan menguji
prinsip-prinsip, hukum-hukum, atau generalisasi.
Ada
empat langkah pokok dalam proses ilmiah , yang meliputi :
a. Identifikasi
suatu masalah
b. Perumusan
hipotesis
c. Penalaran
dan dedukasi
d. Verifikasi
, modifikasi, penolakan hipotesis
Metode bernalar (reasoning) yang kita lakukan memberikan
gambaran bahwa landasan teori dan rasional itu perlu untuk memberikan alasan
bahwa masalah yang kita pecahkan itu didukung dengan tori yang ada, atau
mungkin cukup dengan kajian nasional
C.
SUMBER-SUMBER PENGETAHUAN
Mencari sumber
pengetahuan dalam uaya untuk mencari atau memperoleh jawaban yang benar
terhadap suatu persoalan yang kita hadapi.
Berkenaan dengan
sumber-sumber pengetahuan dalam rangka mencari kebenaran itu Ary, Jacobs &
Sorensen (2010) mengategorikan menjadi lima hal pokok , meliputi :
1. Pengalaman
(Experience)
2. Kewenangan
atau otoritas
3. Berfikir
deduktif
4. Berfikir
induktif
5. Berfikir
ilmiah
D. PENDEKATAN ILMIAH DALAM PROSES
PENELITIAN
Penelitian merupakan
penerapan pendekatan ilmiah pada pengkajian atau studi tentang suatu masalah.
Penelitian merupakan staua cara yang tepat dan sangat berguna dalam memperoleh
informasi yang sahih dan dapat dipertanggungjawabkan. Tujuan penelitian ilmiah
yaitu untuk menemukan jawaban atasa suatu masalah yang berarti (signifikan) dengan melalui pendekatan
atau prosedur ilmiah. Penelitian pendidikan memiliki sifat empiris-objektif.
Artinya, siapapun yang melakukan, asal dengan metode dan objek yang sama,
hasilnya dapat dibuktikan dan relatif sama.
E. KARAKTERISTIK PROSES PENELITIAN
Paparan ini secara
lebih detail akan memaparkan sejumlah sifat yang merupakan ciri-ciri khusus
(karakteristik) proses penelitian (Tuckman, 1988) yaitu :
a. Sistematis
b. Logis
c. Empiris
d. Pengulangan
dan dapat ditransmisi
F. PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN DALAM
PROSES PENELITAN
Agar penelitian yang
kita lakukan tidak melanggar etika kita perlu memerhatikan hal-hal-hal yang
berkaitan dengan etika. Pertimbangan-pertimbangan etika yang harus
dipertimbangkan oleh para peneliti dalam merancang eksperimen penelitiannya dan
tidak melanggar hak-hak manusia menurut Tuckman (1988) sebagai berikut :
1. Hak
privasi atau nonpartisipasi
2. Hak
tidak disebut nama
3. Kerahasiaan
4. Meminta
pertanggungjawaban peneliti
G. LANGKAH-LANGKAH PROSES PENELITIAN
Unsur
dasar proses penelitian menurut Mikkelsen (2005) ada enam komponen yang
meliputi :
1. Meumuskan
masalah
2. Mengkaji
toeri
3. Mengumpulkan
data
4. Melakukan
analisis
5. Melakukan
interpretasi
6. Mengambil
kesimpulan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar