Rabu, 28 September 2016

BAB 1 & BAB 2 RESENSI BUKU “ Metode Peneletian Pendidikan & Pengembangan”

Judul buku      : Metode Peneletian Pendidikan & Pengembangan
Penulis             : Prof. Dr. H. Punaji Setyosari, M.Ed.

Penerbit           : Kencana Prenada Group
Isi                     :

BAB 1
·         PENDAHULUAN

Salah tugas dosen, profesional yaitu untuk membantu memudahkan mahasiswa untuk belajar. Tugas mengajar, meneliti dan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab. Untuk menunaikan ketiga tugas tersebut bukan berarti dosen tidak menghadapi masaah. Untuk melaksanakan tugas ini dosen perlu menguasai isi atau materi, strategi atau metode, media, dan mengambangkan evaluasi. Hal kedua yang mendapatkan perhatian yaitu melaksanakan penilitian dan mengembangkan karya ilmiah. Kegiatan penelitian dan menghasilkan karya ilmiah menjadi kegiatan pengembangan profesioanal dosen karena hasil-hasil penelitian dan pemikiran- pemikiran yang disampaikan melaui forum ilmiah, seminar, simposiumatau bentuk konferensi yang lain menjadi saran yang sngat strategis. Itulah sebabnya , buku penelitian pendidikan dan pengambangan ini dihadirkan untuk membantu mereka, para dosen dan pembaca lain untuk  dapat di pakai sbagai bahan bacaan dan rujukan .

BAB 2
·         PENGETAHUAN DAN PENDEKATAN ILMIAH
Segala hal ihwal yang ada di sekitar kita menjadi informasi atau pengetahuan dan bahkan menjadi bagian dari pengalaman hidup kita. Pengetahuan dapat bersumber dari pengalaman setelah seseorang secara empirik memiliki kapasitas untuk menjelaskan hal ihwal tentang pribadinya, apakah yang berkaitan dengan objek atau benda dan peristiwa – peristiwa yang di sekitarnya. Berdasarkan objek- objek atau fakta – fakta dan peristiwa menjadi suatu sumber pengetahuan baru. Dengan demikian, pengetahuan dapat beruoa suatu fakta atau objek fisik (konkret) dan sesuatu yan tertarik berdasarkan pengalaman pribadi sesorang menjadi pengetuhuan abstrak. Pengetahuan (knowledge) adalah segala sesuatu yang telah dikenali atau diketahui dan kesimpulan yang tertarik dari hal – hal yang kenali oleh manusia.
A.    DEFINISI ILMU PENGETUHUAN
Dua istilah, yaitu pengetuhuan dan ilmu pengetahuan ini sering digunakan secara bergantian . pengetahuan , berkenan dengan hal yang biasanya kita ketahui dalam kehidupan sehari-hari, atau yang oleh Cohen, dkk. (2007) disebut sebagai common – sense knowing , yaitu segala sesuatu yang berkaitan dengan pengalaman seseorang. Ilmu pengetahuan memiliki makna yang luas dan menuntuk teknik dan keterampilan berpikir. Secara singkat , ilmu didefenisikann sebagai, ”a systematic and controlled extension of common sense” (Kerlinger & Lee 2000). Ilmu pengetahuan merupakan suatu usaha manusia secara terus menerus dan mendalam dengan menggunakan meti\ode berpikir tertentu. Suriasumantri menyatakan bahwa ilmu merupakan salahsatu dari buah pemikiran manusia dalam menjawab pertanyaan – pertanyaan. Dalam mendefinisakan ilmu atau ilmu pengathuan, menurut Contant ada dua sudut pandang, yaitu sudut pandang yang bersifat statis dan dinamis  (Kerlinger & Lee, 2000). Berdasarkan sudut pandang statis, ilmu itu merupakan suatu aktifitas yang memberikan bantuan atau kontribusi informasi sacara sistematik terhadap dunia luas. 
B.     METODE PENGETAHUAN
Metode pengtahuan ilmiah  merupakan salah satau cara yang sangat populer dan komprehensif bagaimana para ilmuan memperoleh dan menguji prinsip-prinsip, hukum-hukum, atau generalisasi.
Ada empat langkah pokok dalam proses ilmiah , yang meliputi :
a.       Identifikasi suatu masalah
b.      Perumusan hipotesis
c.       Penalaran dan dedukasi
d.      Verifikasi , modifikasi, penolakan hipotesis
Metode bernalar (reasoning) yang kita lakukan memberikan gambaran bahwa landasan teori dan rasional itu perlu untuk memberikan alasan bahwa masalah yang kita pecahkan itu didukung dengan tori yang ada, atau mungkin cukup dengan kajian nasional
C.     SUMBER-SUMBER PENGETAHUAN
Mencari sumber pengetahuan dalam uaya untuk mencari atau memperoleh jawaban yang benar terhadap suatu persoalan yang kita hadapi.
Berkenaan dengan sumber-sumber pengetahuan dalam rangka mencari kebenaran itu Ary, Jacobs & Sorensen (2010) mengategorikan menjadi lima hal pokok , meliputi :
1.      Pengalaman (Experience)
2.      Kewenangan atau otoritas
3.      Berfikir deduktif
4.      Berfikir induktif
5.      Berfikir ilmiah
D.    PENDEKATAN ILMIAH DALAM PROSES PENELITIAN
Penelitian merupakan penerapan pendekatan ilmiah pada pengkajian atau studi tentang suatu masalah. Penelitian merupakan staua cara yang tepat dan sangat berguna dalam memperoleh informasi yang sahih dan dapat dipertanggungjawabkan. Tujuan penelitian ilmiah yaitu untuk menemukan jawaban atasa suatu masalah yang berarti (signifikan) dengan melalui pendekatan atau prosedur ilmiah. Penelitian pendidikan memiliki sifat empiris-objektif. Artinya, siapapun yang melakukan, asal dengan metode dan objek yang sama, hasilnya dapat dibuktikan dan relatif sama.
E.     KARAKTERISTIK PROSES PENELITIAN
Paparan ini secara lebih detail akan memaparkan sejumlah sifat yang merupakan ciri-ciri khusus (karakteristik) proses penelitian (Tuckman, 1988) yaitu :
a.       Sistematis
b.      Logis
c.       Empiris
d.      Pengulangan dan dapat ditransmisi
F.     PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN DALAM PROSES PENELITAN
Agar penelitian yang kita lakukan tidak melanggar etika kita perlu memerhatikan hal-hal-hal yang berkaitan dengan etika. Pertimbangan-pertimbangan etika yang harus dipertimbangkan oleh para peneliti dalam merancang eksperimen penelitiannya dan tidak melanggar hak-hak manusia menurut Tuckman (1988) sebagai berikut :
1.      Hak privasi atau nonpartisipasi
2.      Hak tidak disebut nama
3.      Kerahasiaan
4.      Meminta pertanggungjawaban peneliti
G.    LANGKAH-LANGKAH PROSES PENELITIAN
Unsur dasar proses penelitian menurut Mikkelsen (2005) ada enam komponen yang meliputi :
1.      Meumuskan masalah
2.      Mengkaji toeri
3.      Mengumpulkan data
4.      Melakukan analisis
5.      Melakukan interpretasi
6.      Mengambil kesimpulan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar