Judul buku : Metode Peneletian Pendidikan & Pengembangan
Penulis :
Prof. Dr. H. Punaji Setyosari, M.Ed.
Penerbit :
Kencana Prenada Group
Isi :
Bab
3.
·
HAKIKAT
PENELITIAN
Penggunaan
istilah penelitian , riset, inkuri dan penyeledikan merupakan istilah yang
sering dipakai secara bergantian. Dalam bahasa kita sehari-hari, istilah
penelitian atau riset kadang kala disamaartikan dengan istilah penyelidikan.
Kedua istilah ini dalam penggunaan sehari-hari mengandung pengertian , yaitu
sebagai suatu upaya untuk memperoleh informadi suatu fakta atau data.
A. BATASAN PENELITIAN
Penelitian berkenaan
dengan aplikasi pengetahuan metode ilmiah guna memecahkan masalah . penelitian
atau riset adalah suatu upaya secara sistematis untuk memberikan jawaban
terhadap permasalahan atau fenomena yang kita hadapi. Penelitian ilmiah adalah
suatu usaha penyelidikan yang sistematis dan cermat tentang sesuatu pokok
persoalan atau subjek tertuntu untuk menemukan atau memperbaiku fakta, teori,
atau aplikasi.
Tipe-tipe penelitian :
1. Penelitian
dasar
2. Penelitian
terapan
3. Penelitian
tindakan
4. Penelitian
evaluasi sumatif
5. Penelitian
evaluasi formatif
B. PENELITIAN ILMIAH
Penelitian selalu
melibatkan proses berpikir ilmiah. Usaha atau kegiatan yang melibatkan tahap
atau proses berfikir ini menjadi penciri kegiatan penelitan atau penelitian
ilmiah. Suatu penelitian ilmiah bukanlah sesutu kegiatan ataua aktivitas yang
hanya mempersoalkan kepastian, tetapi ia juga mencari berbagai alternatif
jawaban suatau masalah atau fenomena apakah dalam lingkup sosial maupun
masalah-masalah laboratoris.
Menurut batasan
tersebut, penelitian ilmiah itu merupakan penyelidikan atau investigasi yang
dilakukan secara sistematik, terkendali, empiris, tidak menyangkut masalah
moral, bersifat publik, dan kritis tentang masalah-masalah alamiah.
C. PERANAN PENELITIAN PENDIDIKAN
Tujuan penelitian
pendidikan sesuai dengan batasan ini adalah ingin menemukan prinsip-prinsip
umum, atau menafsirkan perilaku-perilaku atau tingkah yang dapat digunakan
dalam situasi tertentu (dalam hal ini situasi berkenaan dengan situasi dalam
pendidikan) untuk mendeskripsikan, menjelaskan, menerangkan , dan mengendalikan
(mengontrol) peristiwa atau kejadian dalam lingkup pendidikan.
Pernanan penelitian
bagi kehidupan kita, secara umum dapat dibedekan menjadi tiga , yaitu
mendeskripsikan atau menjelaskan , membuktikan , dan menghasilkan.
Mendeskripsikan itu berkenaan dengan memberikan gambaran tentang suatu keadaan
atau peristiwa yang ada. Secara lebih perinci kontribusi tersebut di uraikan
sebagai berikut :
1. Mendeskrispsikan
2. Meprediksi
3. Meningkatkan
atau memperbaiki
4. Menjelaskan
D. PARADIGMA PENELITIAN
KUANTITATIF-KUALITATIF
Paradigma penelitian
positivistik berkaitan dengan kuantitatif, yang selama ini telah banyak kita
lakukan dan bahkan hampir sebagian besar penelitian kita berorientasi ke
paradigma positivistik ini.
1.
Penelitian
kuantitatif
Penelitian kuantitatif
sangat erat kaitannya dengan paradigma positivistik. Para penganut pandangan
positivistik ini berkayakinan bahwa prinsip dan hukum yang bersifat umumlah
yang mengatur lingkungan.
2.
Tipe-tipe
penelitian kuantitatif
Tipe atau jenis
penelitian yang kita pilih selalu dikaitkan dengan masalahdan tujuan penelitian
yang kita harapkan.
3.
Penelitian
eksperimen
Makna makna subjektif
ini seringkali dilakukan dengan cara negosiasi secara sosial dan historikal.
4.
Batasan
penelitian kualitatif
Penelitian kualitatif
menurut batasan ini adalah penerapan berbagai metode dalam mengkaji suatu
fokus, dengan melibatkan pendekatan interpretatif dan naturalistik dalam bidang
kanjiannya. Artinya, bahwa para peneliti kualitatif mengkaji hal-hal dalam
latar alami, untuk mencoba memahami atau menginterprestasi masalah atau
fenomena yg berkenaan dengan makna dimilikinya.
5.
Karakteristik
penelitian kualitatif
Ada beberapa
karakteristik penelitian kualitatif, Yin (2011) mengemukakan lima hal penting
berkenaan dengan penelitian kualitatif, yaitu :
a. Mengkaji
makna pengalaman seseorang, dalam situasi kehidupan nyata atau rill
b. Meprestasikan
pandangan dan perspektif seseorang dalam kajian
c. Mencakup
kondisi kontekstual dimana seseorang tinggal
d. Memberikan
pemahaman tentang sesuatu konsep yang ada
e. Berusaha
untuk menggunakan berbagai sumber data bukannya mendasarkan pada data tunggal.
6. Jenis-jenis
penelitian kualitatif
Jenis jenis penelitian kualitaif menurut , Ary ,dkk
yaitu :
a. Studi
interprestatif
b. Studi
khusus
c. Analisis
isi atau dokumen
d. Etnografi
e. Teori
dasar
f. Studi
sejarah
g. Penelitian
naratif
h. Fenomenologi
7. Merancang
penelitian kualitatif
Secara umum, rancangan
penelitian adalah serangkaian proses yang membuat langkah-langkah atau
tahap-tahap penelitian. Langkah-langkah dalam penelitian kualitatif dapan
diawalali dengan :
1. Indentifikasi
masalah atau sebagian menyebut konteks masalah
2. Merumuskan
masalah dan pertanyaan penelitian
3. Pentingnya
penelitian dan pembatasan bidang kajian
4. Kajian
literatur
5. Metode
6. Analisis
data yang mencakup subjek, tempat atau sistus, peran peneliti, prosedur
penelitian dan seterusnya
E.
GURU
SEBAGAI PENELITI
Sebagai seorang guru
atau pendidik yang suatu saat harus mengambil sutau keputusan, maka setiap
keputusan yang diambil sebaiknya berdasarkan data . misalnya, bahwa metode
mengajar yang kita gunakan di kelas adalah paling unggul di antara
metode-metode lainnya. Ini tidaklah arif kita jadikan sebagai landasan untuk
mengajarkan semua hal kepada para pebelajaran kita.
Peneliti pendidikan
bukanlah sebuah ilmu yang abstrak. Penelitian pendidikan ini berguna bagi kita
sebagai sebuah alat untuk memecahkan masalah praktis dalam dunia pendidikan .
sebagai sebuah alat, penelitian memungkinkan kita mampu mengindetifikasi hasil
belajar pebelajar atau subjek didik, membuat prediksi , dan menentukan hubungan
sebab akibat.
F. EMPAT TAHAP PENELITIAN
Secara ringkas, empat
tahap peneltian yaitu :
a) Tahap
I, pengumpulan data adalah suatu cara yang secar autentik dilakukan dalam
penelitian. Hal ini adalah sesuatu yang perlu kita lakukan pada saat mengajar.
b) Tahap
II, akan memberikan alat tambahan yang akan membuat keputusan lebih konstuktif,
pada saat ada hubungan kuasalitas yang di tentukan pada level II ini, masih ada
ruang gerak bagi kita untuk meningkatkan komplektitas penelitian kita.
c) Tahap
III, validitas eksternal, yang kita lakukan dengan cara membahas generalisasi
terhadap temuan-temuan penelitian. Level ini mempersyaratkan hal-hal yang
terjadi pada level II, karena jika tidak menunjukkan adanya pengaruh atau
hubungan maka tidak ada yang dapat kita generalisasikan. Penelitian pada level
III ini tidak dilakukan oleh guru kelas dan perancang pembelajaran.
d) Tahap
IV, yaitu penelitian teoritis . perihal
ini merupakan penelitian yang dilakukan oleh kebanyakan ilmuwan sosial. Level
ini sperti yang dilakukan oleh piaget yang meneliti perbedaan antara berfikir
operasional konkret dan operasional formal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar